top of page

Penyebab Kulit Kering dan Kusam di Musim Panas yang Sering Diabaikan 

dr. Stephanie Agustine T, Dipl. CIDESCO

Artikel telah ditinjau oleh :

dr. Stephanie Agustine T, Dipl. CIDESCO



Pancaran sinar matahari dapat menyebabkan kulit kering dan kusam di musim panas

Cuaca panas di Indonesia makin terasa ekstrem belakangan ini. Namun aktivitas tidak berhenti, seperti kegiatan outdoor yang tetap jalan, liburan tetap direncanakan, dan kulit kita lah yang menanggung semuanya. 


Dari sinar matahari yang terik, ruangan ber-AC sepanjang hari, suhu tinggi, hingga produksi keringat yang meningkat. Semuanya bisa memicu permasalahan pada kulit tanpa kita sadari.

Dan di balik semua itu, ada tiga hal yang diam-diam paling terdampak: Hyaluronic Acid, Collagen, dan Elastin. Tiga protein utama yang menjaga kulitmu tetap lembap, kenyal, dan sehat. Tanpa disadari, rutinitas sehari-hari kita bisa perlahan menguras ketiganya.


Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Kulit?

Kulit terasa kering meski sudah rutin memakai moisturizer. Tampak kusam walau sudah minum air yang cukup. Dan perlahan, kulit mulai tampak kendur di area yang tidak disangka. Semua itu punya satu benang merah dan jawabannya ada di tiga protein ini:


Hyaluronic Acid — Kunci Hidrasi Optimal


Kunci hidrasi optimal kulitmu dengan menjaga kelembapan alaminya. Namun, bisa berkurang saat kamu sering berada di luar ruangan tanpa sunscreen, bekerja seharian di ruangan ber-AC, atau terpapar polusi. Hal-hal yang, kalau dipikir-pikir, hampir semua orang alami setiap hari.

Collagen — Kerangka Struktur Kulit


Kerangka struktur kulitmu yang bertanggung jawab atas kekencangan dan kekuatannya. Ia bisa tergerus karena stres kronis, proses inflamasi, penuaan, kurang nutrisi, bahkan diet ekstrem. Setelah usia 25 tahun, collagen akan berkurang sebanyak 1% setiap tahunnya. Maka menjaga kadarnya sejak dini adalah sebuah investasi.

Elastin — Sumber Kekenyalan Kulit


Protein utama pada kulit yang berfungsi memberikan kelenturan, elastin memungkinkan kulit meregang dan kembali ke struktur semula. Seperti saat tertawa atau tersenyum. Produksinya akan terus menurun seiring pertambahan usia, paparan polusi dan kebiasaan yang sering kita anggap sepele yang menyebabkan kulit kendur dan keriput.

Kulit Kering Tak Cukup Diatasi dengan Sunscreen & Moisturizer

Kulit sehat, lembap terhidrasi

Menghadapi musim panas dengan kulit yang terhidrasi adalah soal kenyamanan. Kulitmu yang bisa bernapas dan beradaptasi di tengah panas, polusi, dan aktivitas yang tak berhenti.

Hidrasi dari luar adalah langkah awal yang penting. Minum air yang cukup, batasi eksfoliasi berlebihan, dan pakai sunscreen serta moisturizer setiap hari. Tapi untuk memastikan ketiga protein utama kulitmu benar-benar terjaga, dibutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

SAÉ Clinique menghadirkan ThréeVive Moist, varian dari signature treatment ThréeVive yang dirancang khusus untuk kulit kering dan dehidrasi. Memberikan hidrasi bukan hanya pada permukaan, tapi nutrisi yang membantu mempertahankan kelembapan optimal dari dalam.

Sebagai varian ThréeVive yang berfokus pada permasalahan hidrasi, ThréeVive Moist dilengkapi dengan Polynucleotide, bahan regeneratif berbasis DNA Salmon yang bekerja dari tingkat sel untuk meningkatkan hidrasi, elastisitas, dan produksi kolagen secara alami.


Saatnya Kulitmu Siap Hadapi Musim Panas

ThréeVive Moist

Musim panas bukan alasan untuk kulitmu menderita. Justru ini momen yang tepat untuk memberi kulit perhatian yang selama ini ia butuhkan.

Dengan pendekatan yang tepat, kulit dapat bertahan di tengah terik dan polusi. Terasa lembap, kenyal, dan siap menikmati setiap momennya.

Reference





 
 
 

Komentar


SAÉ Clinique Beauty & Wellness Gading Serpong, Tangerang

©2020 by SAÉ Clinique

All Rights reserved.

  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Youtube
  • TikTok

Subscribe Form

bottom of page