Mau Treatment Jerawat di Klinik? Ketahui Hal-Hal Penting Ini Terlebih Dahulu
- SAÉ Team

- 8 jam yang lalu
- 5 menit membaca

Artikel telah ditinjau oleh :
dr. Sebastian Hadyan, M.Sc, FINEM

Punya kulit yang gampang jerawatan atau bahkan masih aktif berjerawat (acne prone) memang tricky. Pemakaian skincare dengan bahan aktif yang tidak cocok, bahkan faktor stres sedikit saja bisa memicu kulit breakout. Jadi wajar jika banyak orang akhirnya bingung dengan permasalahan jerawatnya dan tidak tahu penanganan yang tepat.
Belum lagi sudah banyak sekali informasi yang beredar, mulai dari saran pakai skincare tertentu hingga kebiasaan yang katanya "wajib" dilakukan. Bahkan, untuk datang ke klinik kecantikan pun, tidak sedikit yang masih ragu. Apakah nanti treatment yang disarankan benar-benar cocok, atau justru berakhir dengan ketergantungan krim racikan dokter.
Daftar Isi
Kapan Waktu untuk Treatment Jerawat di Klinik
Kesalahpahaman yang Sering Muncul tentang Treatment Jerawat
2.1. Jerawat Tidak Boleh Dipencet
2.2. Krim Racikan Dokter Bisa Bikin Ketergantungan
2.3. Sering Cuci Muka Bisa Mengurangi Jerawat
2.4. Jerawat Hanya Terjadi pada Remaja
Pendekatan Holistik untuk Jerawat
Mengenal ThréeVive Exxo for Acne
4.1. Acne Oral Med
4.2. SAÉ Spot Cream
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Mengenai Jerawat
5.1. Apakah Bisa untuk Jerawat yang Sedang Meradang Parah?
5.2. Berapa Kali Sesi yang Dibutuhkan untuk Melihat Hasil?
5.3. Apakah ada Downtime-nya?
Pentingnya Sesi Konsultasi
Kapan Waktu untuk Treatment Jerawat di Klinik
Untuk mengatasi permasalahan jerawat, seharusnya tidak perlu menunggu sampai kondisinya parah untuk datang ke klinik. Beberapa tanda ini bisa jadi sinyal kalau kamu sudah waktunya konsultasi:
Jerawat tidak kunjung membaik meski sudah lebih dari 1 bulan
Sering breakout saat menjelang haid atau saat stres
Sudah mencoba berbagai skincare, namun kondisi justru semakin parah
Muncul bekas hitam, kemerahan, atau bopeng
Kulit terasa perih dan sensitif
Kalau salah satu dari tanda ini kamu alami, itu artinya kulitmu butuh penanganan yang lebih tepat dari sekadar coba-coba skincare sendiri di rumah.
(Baca Juga: Breakout Saat Ramadan? Kenali Penyebab & Pendekatan Regeneratif untuk Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa)
Kesalahpahaman yang Sering Muncul tentang Treatment Jerawat
Rasa takut untuk mengatasi jerawat dengan datang ke klinik itu sebenarnya hal yang wajar. Sebab, orang yang memiliki masalah jerawat biasanya sudah tidak hanya sekali dua kali mencoba berbagai cara untuk mendapatkan kulit sehat. Jadi wajar, kalau akhirnya menjadi lebih hati-hati, bahkan sedikit skeptis, sebelum coba opsi baru lagi.
Sayangnya, di tengah rasa waspada tersebut, sering juga muncul beberapa kesalahpahaman yang justru membuat seseorang semakin ragu untuk melakukan treatment di klinik. Padahal, kalau ditelusuri lebih jauh, nggak semuanya benar. Yuk, kita bahas satu-satu.
Jerawat Tidak Boleh Dipencet

Memencet jerawat sendiri di rumah memang terasa memuaskan sesaat, tapi kebiasaan ini justru berisiko memperparah kondisi kulit. Memencet jerawat di rumah, akan meningkatkan resiko rusaknya skin barrier, mendorong bakteri masuk lebih dalam, dan menciptakan lesi yang lebih besar dan meradang, yang justru lebih lama sembuh dan lebih berisiko meninggalkan bekas permanen.
Berbeda halnya jika ditangani di klinik, di mana proses ekstraksi dilakukan dengan teknik dan alat yang steril oleh tenaga profesional, sehingga risiko infeksi maupun bekas luka bisa diminimalkan.
Krim Racikan Dokter Bisa Bikin Ketergantungan

Anggapan ini sebenarnya bukan tanpa dasar. Hal tersebut dapat terjadi pada beberapa krim racikan yang mengandung kortikosteroid topikal. Penggunaan jangka panjang yang kemudian dihentikan secara tiba-tiba berisiko memicu topical steroid withdrawal (TSW), reaksi rebound berupa kulit kemerahan, iritasi, dan perburukan gejala dibandingkan kondisi awal. Namun, kondisi ini bukan disebabkan oleh treatment jerawat di klinik secara umum, melainkan oleh penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat.
Sering Cuci Muka Bisa Mengurangi Jerawat

Justru, mencuci muka terlalu sering berisiko merusak skin barrier, sehingga kulit memicu produksi minyak berlebih sebagai bentuk kompensasi, yang pada akhirnya bisa memperparah jerawat. Karena itu, frekuensi cuci muka yang ideal adalah dua kali sehari dengan cleanser yang lembut, bukan sesering mungkin.
Jerawat Hanya Terjadi pada Remaja

Berdasarkan studi yang pernah dilakukan, permasalahan jerawat masih ditemukan pada 50,9% wanita usia 20-29 tahun, 35,2% wanita usia 30-39 tahun, bahkan 15,3% wanita di atas usia 50 tahun. Jerawat pada usia dewasa cenderung lebih sering dialami wanita dibandingkan pria, sering kali dipicu oleh faktor hormonal, stres, hingga siklus menstruasi. Artinya, jerawat bukan kondisi yang otomatis hilang seiring bertambahnya usia, dan tetap membutuhkan penanganan yang tepat meski sudah melewati masa remaja.
Pendekatan Holistik untuk Jerawat
Menangani jerawat aktif tidak bisa hanya mengandalkan satu cara saja, apalagi cuma hanya bergantung pada skincare atau kebiasaan yang katanya ampuh tapi belum bisa mengatasi masalah dari akarnya. Jerawat yang meradang butuh pendekatan yang menyeluruh. Mulai dari meredakan peradangan, membersihkan kulit secara mendalam, hingga mendukung proses regenerasinya.
Inilah yang mendasari hadirnya ThréeVive Exxo for Acne, sebuah pendekatan kombinasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan penanganan jerawat aktif secara menyeluruh.
Mengenal ThréeVive Exxo for Acne

ThréeVive Exxo for Acne adalah rangkaian treatment yang menggabungkan beberapa teknologi sekaligus dalam satu protokol, dirancang khusus untuk menangani jerawat aktif secara lebih menyeluruh. Setiap komponen dalam ThréeVive Exxo memiliki peran yang saling melengkapi, dengan menargetkan Hyaluronic Acid, Collagen, dan Elastin sebagai tiga elemen utama kulitsehat. Sehingga penanganan jerawat tidak hanya berhenti di permukaan, tetapi juga menyasar akar peradangan hingga mendukung proses pemulihan kulit dari dalam.
Untuk hasil yang lebih optimal, treatment ini juga bisa dilengkapi dengan produk add-on berupa Acne Oral Med dan SAÉ Spot Cream.
Acne Oral Med
Acne Oral Med merupakan obat yang membantu mengatasi jerawat dari dalam dengan mengurangi produksi minyak berlebih, meredakan peradangan, serta membantu mencegah munculnya jerawat baru. Terapi ini umumnya direkomendasikan pada kondisi jerawat tertentu sesuai hasil konsultasi dan evaluasi dokter.
SAÉ Spot Cream
SAÉ Spot Cream merupakan krim yang membantu meredakan jerawat aktif, mengurangi kemerahan, menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat, serta mempercepat proses penyembuhan kulit tanpa kandungan kortikosteroid. Sehingga lebih aman digunakan tanpa risiko efek rebound seperti pada krim racikan pada umumnya.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Mengenaii Jerawat

Sebab ini menyangkut kulitmu sendiri, wajar apabila masih ada beberapa hal yang ingin dipastikan terlebih dahulu sebelum memutuskan. Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering muncul:
Apakah Bisa untuk Jerawat yang Sedang Meradang Parah?
ThréeVive Exxo for Acne merupakan treatment yang fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi kulit pasien. Sehingga mulai dari intensitas hingga kombinasi treatment yang digunakan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kenyamanan pasien.
Berapa Kali Sesi yang Dibutuhkan untuk Melihat Hasil?
Hasil yang didapat akan bergantung pada tingkat keparahan jerawat masing-masing pasien. Umumnya, perubahan sudah mulai terlihat setelah 1-2 kali sesi, namun untuk hasil yang lebih maksimal, jumlah sesi tetap perlu disesuaikan dengan anjuran dokter berdasarkan kondisi kulit yang dijalani.
Apakah ada Downtime-nya?
Treatment ini tergolong minim downtime, meski umumnya masih ada sedikit efek sementara seperti kemerahan dan kulit yang terasa lebih sensitif selama sekitar satu minggu, karena pori-pori yang baru saja "terbuka" dari proses treatment. Selama periode ini, penggunaan sunscreen jadi wajib untuk melindungi kulit yang sedang dalam masa pemulihan.
Pentingnya Sesi Konsultasi
Setiap masalah jerawat pada kulit memiliki ceritanya masing-masing. Tidak ada satu treatment yang otomatis cocok untuk semua orang, dan itulah kenapa sesi konsultasi jadi langkah yang sangat diperlukan. Di sinilah dokter bisa benar-benar memahami kondisi kulitmu, mendengarkan concern-mu, dan membantu menentukan langkah yang paling tepat untukmu.
References
Collier, C. N., Harper, J. C., Cafardi, J. A., Cantrell, W. C., Wang, W., Foster, K. W., & Elewski, B. E. (2008). The prevalence of acne in adults 20 years and older. Journal of the American Academy of Dermatology, 58(1), 56–59.
Choi, J. M., Lew, V. K., & Kimball, A. B. (2006). A single-blinded, randomized, controlled clinical trial evaluating the effect of face washing on acne vulgaris. Pediatric Dermatology, 23(5), 421–427.
Zaenglein, A. L., Pathy, A. L., Schlosser, B. J., Alikhan, A., Baldwin, H. E., Berson, D. S., ... & Bhushan, R. (2016). Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American academy of dermatology, 74(5), 945-973.
Sheary, B. (2025). Topical steroid withdrawal (red skin syndrome). In StatPearls. StatPearls Publishing.




Komentar