Breakout Saat Ramadan? Kenali Penyebab & Pendekatan Regeneratif untuk Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa
- SAÉ Team

- 4 hari yang lalu
- 3 menit membaca

Artikel telah ditinjau oleh :
dr. Sebastian Hadyan, M.Sc, FINEM

Bulan Ramadan sering kali identik dengan perubahan pola makan. Setelah seharian berpuasa, makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan menjadi pilihan favorit saat berbuka. Namun tanpa disadari, kebiasaan ini sering menyebabkan munculnya jerawat. Dan ini bukanlah sebuah kebetulan.
Konsumsi Makanan Berminyak dan Hubungannya dengan Jerawat
Pola makan tinggi lemak dan makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat berkontribusi terhadap munculnya jerawat dan dapat meningkatkan aktivitas kelenjar sebaceous, yang berperan dalam produksi minyak berlebih pada kulit.
Produksi minyak yang meningkat ini menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan dan bakteri yang berperan dalam proses pembentukan jerawat.
Proses Inflamasi dari Makanan yang Digoreng
Selain kandungan lemak, proses penggorengan juga dapat menghasilkan senyawa pro-inflamasi. Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh juga berhubungan dengan peningkatan respon inflamasi sistemik, yang dapat memperburuk kondisi jerawat .
Inflamasi ringan dalam tubuh dapat mempengaruhi produksi sebum, keseimbangan mikrobioma kulit, serta proses regenerasi sel, sehingga ketika inflamasi meningkat, kulit menjadi lebih rentan mengalami breakout.
Ramadan dan Perubahan Skin Barrier
Selain pola makan, Ramadan juga membawa perubahan gaya hidup seperti kurang tidur, dehidrasi ringan, dan perubahan jam makan. Kondisi ini dapat mempengaruhi hidrasi tubuh serta keseimbangan nutrisi, yang berperan penting dalam menjaga fungsi skin barrier. Ketika skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih rentan mengalami kemerahan, iritasi, hingga munculnya jerawat meradang.
Mengapa Kulit Membutuhkan Pendekatan Regeneratif?
Jerawat yang muncul akibat kombinasi inflamasi dan gangguan skin barrier tidak selalu dapat diatasi hanya dengan skincare topikal, sehingga pendekatan regeneratif menjadi penting untuk menenangkan peradangan, memperbaiki barrier, serta mendukung pemulihan kulit dari tingkat sel.
ThréeVive EXXO: Pendekatan untuk Kulit yang Rentan Breakout dan Berjerawat

Salah satu pendekatan modern dalam mendukung pemulihan kulit adalah penggunaan teknologi berbasis exosome, yang dikenal memiliki peran dalam komunikasi antar sel serta mendukung proses regenerasi jaringan.
Dalam konteks perawatan kulit, exosome digunakan untuk membantu memperbaiki skin barrier, menenangkan inflamasi, serta mendukung proses penyembuhan kulit. ThréeVive EXXO sendiri dirancang khusus untuk kulit dengan jerawat membandel, iritasi, kemerahan, dan barrier yang melemah.
Menggunakan pendekatan multi-target terhadap Hyaluronic Acid, Collagen, dan Elastin, perawatan ini bertujuan membantu menciptakan kondisi kulit yang lebih stabil dan sehat secara menyeluruh.
Solusi Regeneratif untuk Kulit Rentan Breakout dan Berjerawat
Breakout yang muncul selama Ramadan sering kali berkaitan dengan inflamasi dan melemahnya skin barrier, sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada permukaan kulit. Dalam kondisi ini, dukungan regeneratif menjadi penting untuk membantu menenangkan kulit dan mempercepat proses pemulihan dari dalam.
Melalui konsultasi personal di SAÉ Clinique, kondisi kulit dapat dianalisis secara akurat untuk menentukan apakah ThréeVive EXXO merupakan langkah yang tepat dalam membantu kulit kembali tenang, sehat, dan lebih seimbang.
Glowing Bright, Healthy Skin with ThréeVive EXXO only at SAÉ Clinique
References
Bowe, W. P., & Logan, A. C. (2011). Acne vulgaris, probiotics and the gut-brain-skin axis — back to the future? Gut Pathogens, 3(1), 1.
Draelos, Z. D. (2018). The science behind skin care: Moisturizers. Journal of Cosmetic Dermatology, 17(2), 138–144.
Kim, J., Lee, Y., & Kim, S. H. (2021). Exosomes in Skin Wound Healing: Current Advances and Future Perspectives. International Journal of Molecular Sciences, 22(2), 574.
Smith, R. N., Mann, N. J., Braue, A., Mäkeläinen, H., & Varigos, G. A. (2007). A low-glycemic-load diet improves symptoms in acne vulgaris patients: A randomized controlled trial. The American Journal of Clinical Nutrition, 86(1), 107–115.
Verdier-Sévrain, S., & Bonté, F. (2007). Skin hydration: A review on its molecular mechanisms. Journal of Cosmetic Dermatology, 6(2), 75–82.




Komentar