Mengatasi Permasalahan Kulit Kusam Saat Berpuasa
- SAÉ Team

- 25 Feb
- 3 menit membaca

Artikel telah ditinjau oleh :
dr. Sebastian Hadyan, M.Sc, FINEM

Ramadhan membawa perubahan besar pada rutinitas harian mulai dari pola makan, jam tidur, hingga tingkat hidrasi tubuh. Perubahan ini sering kali tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga terlihat pada kondisi kulit, yang menjadi lebih mudah tampak kusam selama berpuasa.
Seperti yang dipahami, kulit sering kali merefleksikan keseimbangan internal tubuh. Mulai dari hidrasi, nutrisi, dan inflamasi yang berperan besar dalam menentukan tingkat kecerahannya.
Saat asupan cairan berkurang dan jam tidur berubah, kulit menjadi lebih rentan mengalami dehidrasi, penumpukan sel kulit mati, serta inflamasi ringan akibat stres oksidatif, yang secara keseluruhan dapat membuat tampilan kulit terlihat lebih lelah dan kehilangan cahayanya.
Semua faktor ini menjadi pemicu utama tampilan kulit yang terlihat lebih lelah dan tidak bercahaya selama Ramadhan.
Mengapa Kulit Terlihat Lebih Kusam Saat Puasa?
Kulit kusam bukan hanya soal kurang minum air. Ada tiga faktor utama yang sering terjadi selama Ramadhan:
Produksi Melanin yang Tidak Seimbang
Paparan sinar matahari saat kulit berada dalam kondisi dehidrasi dapat membuat pigmentasi tampak lebih kontras, karena ketika hidrasi kulit menurun, distribusi melanin menjadi kurang merata sehingga wajah terlihat lebih gelap dan kurang segar.
Tekstur Kulit Menjadi Tidak Rata
Kurangnya regenerasi optimal akibat perubahan metabolisme dapat membuat tekstur kulit terasa lebih kasar, dan ketika permukaan kulit menjadi tidak merata, pantulan cahaya pun tidak optimal sehingga wajah tampak lebih kusam.
Inflamasi Mikro
Perubahan pola tidur dan stres ringan selama puasa dapat memicu inflamasi halus yang tidak selalu terlihat, namun tetap berdampak pada tampilan kulit, karena inflamasi ringan dapat mengurangi kilau alami dan membuat kulit tampak lebih kusam.
Lebih dari Sekadar Mencerahkan

Kini, perawatan kulit tidak lagi hanya berfokus pada hasil instan di permukaan. Di bulan Ramadhan yang sering diisi dengan berbagai kesibukan dan acara, kulit lebih rentan tampak kusam akibat kelelahan. Karena itu, pendekatan yang lebih relevan adalah membantu kulit kembali seimbang dari dalam agar tetap terlihat segar dan bercahaya di tengah padatnya aktivitas.
ThréeLumine hadir sebagai solusi yang menjawab kebutuhan ini. Diperkenalkan oleh SAÉ Clinique, ThréeLumine dikenal sebagai sebuah sistem yang tidak hanya membantu mencerahkan, tetapi juga menargetkan penyebab utama kulit tampak kusam, mulai dari melanin dan bulu halus, tekstur kulit yang tidak merata, hingga inflamasi ringan.
Bagaimana ThréeLumine Bekerja?
ThréeLumine menggabungkan tiga teknologi yang saling melengkapi untuk membantu memperbaiki tampilan kulit secara menyeluruh. Brightening Laser bekerja untuk menyamarkan hiperpigmentasi sekaligus meratakan warna kulit, sementara Revive by RedTouch membantu memperbaiki tekstur dan menstimulasi collagen agar kulit terasa lebih halus dan sehat.
Di tahap akhir, Glow Booster memberikan hidrasi serta nutrisi dari dalam untuk mengembalikan kesegaran alami kulit. Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa kulit yang tampak cerah bukan hanya soal warna yang lebih terang, tetapi juga kondisi yang sehat, terhidrasi, dan seimbang.
Ramadhan: Waktu yang Tepat untuk Reset Kulit
Ramadhan dapat menjadi momen bagi tubuh untuk beradaptasi sekaligus memberi kesempatan bagi kulit untuk kembali ke kondisi yang lebih seimbang. Dengan pendekatan perawatan yang tepat, kulit tidak hanya terhindar dari tampilan kusam selama puasa, tetapi juga dapat terasa lebih segar, halus, dan bercahaya. Pada akhirnya, tampilan kulit yang sehat bukan hanya ditentukan dari lapisan luar, melainkan dari keseimbangan yang terjaga di dalamnya.
Di momen ini, memilih perawatan yang mampu mendukung proses tersebut dapat menjadi langkah awal yang tepat. Seperti ThréeLumine only at SAÉ Clinique untuk menemani perjalanan kulit tetap sehat selama bulan Ramadhan.
References
Proksch, E., Brandner, J. M., & Jensen, J. M. (2008). The skin: An indispensable barrier. Experimental Dermatology, 17(12), 1063–1072.
Palma, L., Marques, L. T., Bujan, J., & Rodrigues, L. M. (2015). Dietary water affects human skin hydration and biomechanics. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 8, 413–421.




Komentar