Kulit Tetap Kusam Walau Sudah Skincare-an? Ini Penyebab yang Jarang Disadari
- SAÉ Team

- 4 Des 2025
- 3 menit membaca

Artikel telah ditinjau oleh :
dr. Stephanie Agustine T, Dipl. CIDESCO

Kulit yang tampak kusam merupakan keluhan yang semakin sering dialami masyarakat Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang intens sepanjang tahun menjadi salah satu faktor utama yang memperparah masalah ini.
Penyebab Kulit Kusam yang Jarang Disadari
Wajah yang terlihat kusam meskipun sudah rajin menggunakan skincare dapat terjadi karena masalah kulit kusam tidak selalu berkaitan dengan produk yang digunakan, tetapi lebih pada kondisi dasar kulit itu sendiri.
Hilangnya kecerahan alami kulit bukan hanya berbicara tentang warna yang menggelap. Meski banyak yang menyebutkan polusi, stres, atau kurang tidur sebagai penyebabnya, ternyata ada tiga faktor utama yang jarang disadari: melanin & bulu halus, tekstur kulit yang tidak merata, dan inflamasi kulit.
Melanin & Bulu Halus

Tampilan kusam bisa terjadi jika distribusi melanin tidak merata (pigmentasi/hiperpigmentasi) atau jika rambut halus (vellus hair) pada wajah yang jumlahnya lebih banyak dari semestinya. Pantulan cahaya yang mengenai kulit akan tersangkut pada rambut-rambut kecil tersebut sehingga pantulannya berkurang. Makeup pun jadi kurang menempel sempurna atau tampak patchy karena permukaan yang tidak halus.
Tekstur Kulit yang Tidak Merata

Tekstur kulit yang tidak merata seperti bopeng bekas jerawat, komedo yang menonjol, bruntusan, hingga pori-pori besar — dapat mengganggu pantulan cahaya alami pada wajah. Kondisi tersebut menciptakan bayangan mikro (micro-shadow) yang membuat distribusi cahaya tidak merata, sehingga kulit tampak kusam dan kurang bercahaya meskipun tidak ada perubahan pigmentasi.
Inflamasi Kulit

Inflamasi atau iritasi pada kulit dapat muncul akibat berbagai faktor, seperti jerawat, paparan sinar matahari, penggunaan skincare dengan bahan aktif yang terlalu keras, atau pengaruh lingkungan. Kondisi ini sering meninggalkan bekas seperti PIH atau PIE. Akibatnya, kulit tampak memerah, terasa kering atau bersisik, dan terjadi penyebaran melanin yang tidak merata. Hal inilah yang menyebabkan tampilan kulit menjadi lebih kusam.
Pendekatan Holistik untuk Kulit Lebih Cerah
Untuk mengatasi kulit kusam dari akarnya, penting memilih perawatan yang tidak hanya berfokus pada warna kulit, tetapi juga memperbaiki tekstur, meratakan distribusi cahaya, serta menenangkan inflamasi pada kulit.
Di SAÉ Clinique, kami memiliki pendekatan holistik yang berfokus pada kesehatan kulit jangka panjang. Salah satu signature treatment kami, Threelumine, dirancang untuk membantu memperhalus permukaan kulit, meminimalkan tampilan bulu halus, dan meningkatkan cahaya alami kulit. Dengan pendekatan holistik, perjalanan menuju kulit yang lebih cerah, halus, dan glowy bisa dimulai dengan langkah kecil yang tepat.
Konsultasikan lebih lanjut terkait permasalahan kulit kusam, tim SAÉ Clinique siap membantu menemukan perawatan yang paling sesuai untuk kondisi kulitmu.
References
Ezure, T. (2023). Vellus hair condition is related to dermal elasticity and facial sagging severity. Skin Research and Technology, 29(1), e13287.
Fink, B., Matts, P. J., Brauckmann, C., & Gundlach, S. (2018). The effect of skin surface topography and skin colouration cues on perception of male facial age, health, and attractiveness. International Journal of Cosmetic Science, 40(2), 167–176.
Markiewicz, E., Karaman-Jurukovska, N., Mammone, T., & Idowu, O. C. (2022). Post-inflammatory hyperpigmentation in dark skin: Molecular mechanism and skincare implications. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 15, 2555–2565.
Matsubara, A., Liang, Z., Sato, Y., & Uchikawa, K. (2011). Analysis of human perception of facial skin radiance by means of image histogram parameters of surface and subsurface reflections from the skin. Skin Research and Technology, 17(3), 265–271.




Komentar