top of page

Kenali Perbedaan Lemak dan Water Retention pada Tubuh Setelah Melahirkan

dr. Stephanie Agustine T, Dipl. CIDESCO

Artikel telah ditinjau oleh :

dr. Stephanie Agustine T, Dipl. CIDESCO



Seorang wanita dengan lembut memegang seorang bayi di dekat jendela yang terang, dikelilingi oleh tanaman dan lampu tali.

Rasanya memang mengecewakan ketika sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga demi mendapatkan bentuk tubuh ideal pasca melahirkan, namun tubuh masih terlihat berisi. Padahal, bisa jadi penyebab utamanya bukanlah lemak, melainkan penumpukan cairan.


Water retention atau penumpukan cairan dapat terjadi secara cepat dan progresif menyerupai penumpukan lemak berlebih. Ini adalah respons umum tubuh jika sedang mengalami stres, kelebihan kadar garam, ketidakseimbangan hormon, atau sedang mengalami inflamasi/ radang.


Memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh bisa membantu kita memilih perawatan yang lebih tepat, tanpa rasa bersalah atau tuntutan berlebihan pada diri sendiri.



Apa itu Water Retention?


Water Retention pada bagian kaki.

Water retention adalah kondisi ketika cairan berlebih tertahan di dalam jaringan tubuh, menyebabkan pembengkakan akibat peningkatan volume cairan dalam organ atau jaringan, sehingga tubuh bisa terasa lebih berat, kaku, dan tampak berisi meski bukan karena penumpukan lemak.


Mengapa Water Retention Terjadi Setelah Melahirkan?


Pada ibu pasca melahirkan, water retention sering terjadi akibat beberapa faktor yang saling berkaitan, seperti:


Respons Terhadap Stres


Setelah melahirkan, ibu umumnya mengalami perubahan signifikan baik secara fisik, pikiran dan juga pola istirahat, hal-hal ini dapat memicu stres. Pada kondisi tersebut, hormon kortisol dapat meningkat. Peningkatan hormon ini memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh dengan mendorong tubuh menahan lebih banyak air sebagai mekanisme perlindungan.


Pola Diet Tinggi Natrium


Selama kehamilan, fluktuasi hormon dapat memengaruhi indera perasa. Beberapa ibu mengalami perubahan pada indera perasa. Seperti munculnya sensasi logam atau pahit, hingga menurunnya sensitivitas pengecap. Akibatnya, ibu cenderung memilih makanan dengan cita rasa lebih kuat, seperti asin dan gurih, yang umumnya tinggi kandungan natrium. Natrium memiliki sifat menarik air ke dalam jaringan tubuh, sehingga dapat memicu penumpukan cairan di bawah kulit. Kondisi inilah yang sering membuat tubuh tampak lebih berisi atau mengalami pembengkakan.


Ketidakseimbangan Hormon


Perubahan hormon, seperti saat menstruasi, kehamilan, pasca melahirkan, atau gangguan hormon tertentu, dapat memengaruhi cara tubuh mengatur cairan. Ketidakseimbangan ini dapat memicu retensi cairan, terutama di area perut, paha, dan wajah.


Respons Terhadap Inflamasi


Bagi ibu yang menjalani operasi caesar, trauma bedah dapat memicu respons inflamasi. Saat terjadi inflamasi, pembuluh darah menjadi lebih rentan sehingga cairan lebih mudah keluar ke jaringan sekitarnya. Ini merupakan bagian dari respons alami tubuh untuk proses penyembuhan, namun dapat menyebabkan pembengkakan atau rasa kencang pada area tertentu.


Perbedaan Gemuk dan Water Retention Setelah Melahirkan


Ilustrasi perbandingan antara kaki normal dan kaki bengkak yang diberi label edema, dengan latar belakang biru muda. Teks bertuliskan “NORMAL” dan “EDEMA.”

Pada banyak ibu, tubuh terlihat "lebih besar" bukan semata karena penumpukan lemak. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk menentukan perawatan yang tepat. Berikut adalah perbedaan karakteristik water retention dan penumpukan lemak:


Karakteristik Water Retention


Water retention memiliki ciri-ciri yang khas, seperti muncul dengan cepat dalam hitungan hari bahkan jam, terasa lembek atau meninggalkan jejak saat ditekan (pitting edema), dan dapat cepat menghilang. Area yang paling sering terpengaruh adalah wajah, tangan, perut, dan pergelangan kaki.


Karakteristik Penumpukan Lemak


Di sisi lain, penumpukan lemak pasca melahirkan adalah respons alami tubuh untuk menyimpan energi. Kondisi ini terjadi secara bertahap dalam waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, terasa padat dan lebih permanen. Area perut, pinggang, punggung bawah, pinggul, dan paha sering menjadi tempat lazimnya penumpukan lemak, termasuk munculnya mommy pouch.


Mommy Pouch: Bagian dari Proses, Bukan Kekurangan


Close-up bagian perut seorang wanita dengan kulit kendur dan tampilan mommy pouch.

Mommy pouch merupakan tampilan lemak berlebih dan kulit kendur di sekitar perut bagian bawah yang tersisa setelah melahirkan. Tampilan ini seringkali membuat ibu merasa kurang percaya diri, padahal itu adalah tanda bahwa kulit, otot, dan jaringan perut sedang dalam fase pemulihan. Otot perut meregang, jaringan ikat melemah, dan lemak berfungsi sebagai pelindung alami.


Pendekatan Three Layers for Body untuk Mommy Pouch


Setiap tubuh memiliki cerita yang unik , karena itu SAÉ Clinique menghadirkan Three Layers for Body, pendekatan holistik yang bekerja pada tiga lapisan penting tubuh: lemak, otot, dan kulit.


Untuk mommy pouch, fokus tidak hanya pada pengurangan volume, tetapi juga memperbaiki kualitas kulit dan mengoptimalkan kerja otot agar hasil terlihat lebih proporsional dan natural.

Sementara itu, jika tubuh terasa berat akibat water retention, lymphatic massage yang menjadi bagian dari rangkaian Three Layers for Body berperan penting dalam membantu aliran limfatik.

Proses ini membantu mengurangi penumpukan cairan, memberikan rasa ringan, dan mendukung detoksifikasi alami tubuh tanpa memaksa.


Konsultasikan kebutuhan tubuhmu bersama kami, di SAÉ Clinique, dan temukan perawatan yang paling sesuai untuk hasil terbaik dan berkelanjutan.



References






 
 
 

Komentar


SAÉ Clinique Beauty & Wellness Gading Serpong, Tangerang

©2020 by SAÉ Clinique

All Rights reserved.

  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Youtube
  • TikTok

Subscribe Form

bottom of page