top of page

Kelopak Mata Kendur Bikin Wajah Terlihat Lelah? Kenalan dengan Density X, Eye Lift Tanpa Operasi

1 hari yang lalu
5 menit membaca
dr. Sebastian Hadyan, M.Sc, FINEM

Artikel telah ditinjau oleh :

dr. Sebastian Hadyan, M.Sc, FINEM



Kelopak Mata Kendur Bikin Wajah Terlihat Lelah? Kenalan dengan Density X, Eye Lift Tanpa Operasi

Mata kendur bisa terjadi pada siapa saja, tidak memandang usia. Bahkan tidak sedikit dari kita yang mulai mengalaminya sejak usia muda. Paparan sinar UV, merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan buruk bisa mempercepat hilangnya kekencangan jaringan di sekitar mata, sehingga kelopak kendur bisa muncul lebih awal dari yang diperkirakan. 


Kenapa Kelopak Mata Kendur Paling Duluan Terlihat


Secara anatomis dan fisiologis, area sekitar mata memang paling rentan terhadap proses penuaan. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kulit yang menipis, minimnya kolagen dan pergerakan yang terus-menerus.


Kulit Tipis, Kolagen Minim, Pergerakan Terus-Menerus


Kulit di area mata merupakan bagian kulit tertipis di seluruh tubuh, dengan ketebalan hanya sekitar 0,2 mm. Karena epidermis dan stratum korneumnya yang sangat tipis, perubahan kecil pada struktur kulit seperti penurunan kolagen atau dehidrasi dapat terlihat secara langsung terlihat sebagai garis halus, kerutan, atau kulit yang kendur. 


Seiring bertambahnya usia, jumlah fibroblas di dermis juga mulai menurun. Fibroblas adalah sel yang berperan sebagai "pabrik" produksi kolagen. Akibatnya, produksi kolagen pun berkurang, elastisitas kulit menurun, dan area mata menjadi lebih mudah berkerut serta kendur. 


Faktor lain yang membuat area mata cepat menua adalah gerakan dinamis yang terus-menerus. Setiap kali kita mengedip, menyipitkan mata, tersenyum, atau mengekspresikan emosi, otot-otot di sekitar mata bekerja. Gerakan berulang ini menciptakan dynamic wrinkles yang lama-kelamaan berubah menjadi static wrinkles, bahkan saat wajah sedang rileks. 


Kenapa Skincare Saja Sering Nggak Cukup


Kenapa Skincare Saja Sering Nggak Cukup

Skincare seperti eye cream memang dapat membantu memperbaiki hidrasi dan garis halus pada mata. Namun, banyak orang tetap merasa hasilnya “kurang” untuk masalah mata kendur atau kerutan yang dalam. Hal ini bukanlah tanpa alasan, karena memang belum banyak penelitian yang secara khusus meneliti formulasi eye cream dan kulit periorbital.


Skincare merupakan perawatan yang bersifat topikal, sehingga penetrasinya ke kulit cukup terbatas. Produk topikal seperti retinoid, peptida, dan asam hialuronik memang bisa membantu memperbaiki fine lines, hidrasi, dan tekstur permukaan kulit. Namun, efeknya pada kerutan yang dalam, laxity (kendur), dan volume loss relatif terbatas. Pasalnya, perubahan seperti kerusakan kolagen dan elastin yang sudah berat, berkurangnya bantalan lemak di area mata, perubahan bentuk tulang di sekitar rongga mata, hingga munculnya lekukan dibagian mata merupakan perubahan struktural yang sulit diatasi hanya dengan krim. 


Density X: Pendekatan Three Layers 2.0 untuk Area Mata


Penuaan area mata tidak hanya terjadi di permukaan kulit saja, hal ini juga dapat terjadi pada pada beberapa lapisan jaringan. Seperti epidermis, dermis, hingga jaringan ikat dan otot di bawahnya. Oleh karena itu, pendekatan treatment yang hanya single target sering kali memberikan hasil yang terbatas, terutama untuk masalah mata kendur, kerutan dalam, dan hollowing.


Konsep Three Layers 2.0 pada Density X dirancang untuk menjawab kompleksitas ini. Dengan mengombinasikan MonoBi Wave by Density Eye dan Sylfirm X, kombinasi ini dapat menargetkan perubahan struktural di berbagai kedalaman kulit, sehingga perbaikan yang didapat tidak hanya di tekstur permukaan, tetapi juga pada kekencangan dan kualitas jaringan di lapisan yang lebih dalam.


(backlink ke artikel utama density)


Kombinasi MonoBi Wave by Density Eye dan Sylfirm X


Monopolar dan Bipolar Density

MonoBi Wave by Density Eye menggunakan gelombang energi yang dirancang khusus untuk area periorbital, dengan parameter yang aman untuk kulit tipis di sekitar mata. Energi ini menstimulasi fibroblas di dermis untuk meningkatkan produksi kolagen, serta memperbaiki kualitas matriks ekstraseluler yang rusak akibat penuaan dan paparan UV. 


Continuous wave dan Pulsed wave Sylfirm X

Sedangkan, Sylfirm X memanfaatkan teknologi radiofrequency (RF) dengan teknologi dual-mode (continuous wave dan pulsed wave) yang mampu memberikan energi RF yang terkontrol pada kedalaman tertentu. Mode continuous wave lebih berfokus pada tightening dan remodeling kolagen, sementara pulsed wave dapat membantu menargetkan inflamasi kronis dan kerusakan mikrovaskular yang sering menyertai penuaan kulit. 


Kombinasi keduanya, dapat menstimulasi produksi kolagen secara lebih komprehensif. Stimulasi ini turut memperbaiki elastisitas kulit lewat proses remodeling serat elastin yang sebelumnya rusak. Hasilnya, tercipta efek tightening pada jaringan ikat di sekitar mata, yang membantu mengurangi tampilan mata kendur dan kerutan. 


Bagaimana Density X Bekerja di Setiap Lapisan Kulit


Keunggulan dari kombinasi ini adalah target kedalamannya yang jelas. MonoBi Wave by Density Eye bekerja di lapisan permukaan untuk memperbaiki garis halus, tekstur, dan barrier kulit, sementara Sylfirm X menjangkau lapisan lebih dalam tempat kolagen dan elastin berada, memicu proses remodeling dan tightening jaringan sekitar mata. Efek panas terkontrol ini juga menyentuh jaringan penyangga kelopak mata, membantu mengurangi kekenduran yang sering bikin mata terlihat lebih tua. 


Pilihan Varian Density X


Pricelist Density X

Density X tersedia dalam tiga pilihan varian, yaitu Lite, Signature, dan Signature Max. Ketiganya sama-sama mengombinasikan Sylfirm X dengan teknologi MonoBi Wave by Density, tetapi memiliki perbedaan sesuai dengan kebutuhan pasien.


Lite — MonoBi Wave by Density Eye 300 + Sylfirm X


Varian Lite terdiri atas kombinasi MonoBi Wave by Density Eye 300 shot dan Sylfirm X. Varian ini dapat menjadi pilihan awal bagi pasien yang ingin berfokus pada perbaikan kualitas kulit area mata, terutama garis halus, tekstur, dan masalah kulit kendur yang ringan. 


Signature — MonoBi Wave by Density Eye 600 + Sylfirm X + Polynucleotide SAÉ Plus


Varian Signature terdiri atas MonoBi Wave by Density Eye 600 shot, Sylfirm X, dan Polynucleotide SAÉ Plus. Dibandingkan Lite, varian ini menambahkan komponen Polynucleotide yang ditujukan untuk mendukung kualitas dan regenerasi kulit, dilengkapi dengan SAÉ Special Touch yang dirancang khusus mengikuti kebutuhan kulitmu. 


Signature Max — MonoBi Wave by Density Alpha Eye 600 + Sylfirm X + Polynucleotide SAÉ Plus


Varian Signature Max mengombinasikan MonoBi Wave by Density Alpha Eye 600 shot, Sylfirm X, dan Polynucleotide SAÉ Plus. Varian ini adalah pilihan dengan pendekatan paling komprehensif, ditujukan untuk pasien yang membutuhkan perhatian lebih pada beberapa aspek sekaligus. Seperti tekstur, garis halus, elastisitas, dan kualitas kulit area periorbital. 


Siapa yang Cocok Untuk Perawatan Density X


Before-After Density X

Density X dapat dipertimbangkan bagi pasien yang mulai melihat perubahan kualitas kulit di sekitar mata, seperti garis halus, atau area bawah mata yang tampak lelah.


Beberapa tanda yang bisa dikonsultasikan antara lain munculnya garis halus di bawah mata/sudut mata (crow's feet), kulit sekitar mata yang terasa lebih tipis, kering, dan kurang kenyal, kulit yang mulai mengendur, tekstur kulit yang tidak rata akibat paparan sinar UV, area mata yang tampak lelah, hingga keinginan untuk memperbaiki kualitas dermis tanpa operasi.


Konsultasi Sebelum Memulai Density X


Setiap pasien memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Dengan memahami concern yang paling membutuhkan perhatian di area periorbital, tim medis profesional SAÉ Clinique dapat membantu menentukan pendekatan Density X yang paling terarah sesuai kebutuhan kulitmu. Konsultasikan kebutuhan Three Layers 2.0 dengan Density X only at SAÉ Clinique. 


References









 
 
 

Komentar


SAÉ Clinique Beauty & Wellness Gading Serpong, Tangerang

©2020 by SAÉ Clinique

All Rights reserved.

  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Youtube
  • TikTok

Subscribe Form

bottom of page